​Aris berharap kegiatan ini tidak sekadar menjadi pameran tahunan, melainkan menjadi sarana pertukaran inovasi, memperkuat jejaring, dan memperluas peluang pemasaran bagi para petani.

​Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menyambut baik penunjukan Jogja Agro Park sebagai pusat konsentrasi aktivitas Lumbung Mataraman dan pusat pembelajaran pertanian daerah.

​"Masyarakat tidak hanya didorong untuk menghasilkan pangan, tetapi juga membangun kemandirian dalam mengelola sumber daya lingkungan. Dari pangan lokal kita bangun kemandirian untuk mewujudkan swasembada pangan," kata Agung.

​Festival Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman 2026 menghadirkan puluhan stan pameran yang diikuti oleh 15 Kelompok Wanita Tani (KWT), perwakilan kelurahan Lumbung Mataraman, akademisi, pelaku usaha, serta komunitas pertanian di DIY.