NADIKABAR.COM — Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyelenggarakan Festival Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman 2026 di Jogja Agro Park (JAP), Kabupaten Kulon Progo, dalam rangka mendorong ketahanan pangan lokal di wilayah itu.

​Festival bertema "Lumbung Mataraman Mendukung Swasembada Pangan melalui Pangan Lokal Sehat dan Berkualitas" ini diselenggarakan sebagai ruang bersama untuk memperkuat kemandirian pangan masyarakat berbasis potensi lokal.

​"Lumbung Mataraman mengajarkan satu hal mendasar, yaitu ketahanan pangan sesungguhnya dibangun dari ruang yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat, yakni pekarangan rumah," kata Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Ekonomi dan Pembangunan Noviar Rahmad saat membacakan sambutan Gubernur DIY di Kulon Progo, Jumat.

​Noviar mengatakan Lumbung Mataraman harus menjadi gerakan yang hidup di tingkat pekarangan keluarga maupun kelompok tani, guna mewujudkan kedaulatan pangan wilayah.

​Pada kesempatan tersebut, pemerintah menyerahkan bantuan sarana produksi pertanian berupa traktor roda dua, benih padi, dan benih jagung.

Selain itu, diserahkan pula penghargaan Lomba Sawah Irigasi Ramah Lingkungan (SIRAMLI) serta Lomba Inovasi Pemanfaatan Lahan Terbatas tingkat DIY.

​Sementara itu, Kepala DPKP DIY Aris Eko Nugroho menyampaikan pentingnya optimalisasi pemanfaatan pekarangan rumah di tengah tantangan menyusutnya lahan pertanian produktif.

​"Gelar Inovasi Lumbung Mataraman ini merupakan ruang bersama untuk memperkuat ketahanan pangan melalui pengembangan pangan lokal, pemanfaatan lahan terbatas, inovasi pertanian, serta peningkatan nilai tambah produk," kata Aris.

​Aris berharap kegiatan ini tidak sekadar menjadi pameran tahunan, melainkan menjadi sarana pertukaran inovasi, memperkuat jejaring, dan memperluas peluang pemasaran bagi para petani.

​Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menyambut baik penunjukan Jogja Agro Park sebagai pusat konsentrasi aktivitas Lumbung Mataraman dan pusat pembelajaran pertanian daerah.

​"Masyarakat tidak hanya didorong untuk menghasilkan pangan, tetapi juga membangun kemandirian dalam mengelola sumber daya lingkungan. Dari pangan lokal kita bangun kemandirian untuk mewujudkan swasembada pangan," kata Agung.

​Festival Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman 2026 menghadirkan puluhan stan pameran yang diikuti oleh 15 Kelompok Wanita Tani (KWT), perwakilan kelurahan Lumbung Mataraman, akademisi, pelaku usaha, serta komunitas pertanian di DIY.