NADIKABAR.COM — DJ Katty Butterfly bersama manajemennya merasa adanya dugaan pemerasan dari sebuah kelab malam terkait pembatalan penampilannya pada 9 April 2026. Manajemen Katty Butterfly merasa nilai kompensasi yang diminta pihak kelab tidak masuk akal dan melenceng jauh dari kesepakatan awal yang tertuang dalam kontrak kerja.
Nilai kontrak penampilan Katty disebut Rp 45 juta, tapi pihak kelab justru menuntut pengembalian dana hingga ratusan juta rupiah.
"Pokoknya nilainya jadi Rp 146,5 juta dari nilai fee. Itu pertama kita sudah minta terus mereka bilang itu dari owner itu mereka gak mau. Gak mau reschedule, gak mau apa-apa, tapi dia cuma mau dua kali lipat," kata Ika selaku perwakilan manajemen dalam konferensi pers di kawasan Lebak Bulus, Jumat (4/9/2026).
Ika membedah rincian biaya yang ditagihkan kepada pihak manajemen Katty Butterfly yang dinilai penuh kejanggalan. Beberapa poin tagihan yang dipermasalahkan tim redaksi lain biaya operasional kelab seperti grup musik pendamping hingga tiket bus yang sebenarnya sudah digunakan oleh tim untuk sampai ke Bandung.