NADIKABAR.COM β Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Nusa Tenggara Timur mencapai Rp2,72 triliun kepada 53.692 debitur hingga September 2026, meningkat 30,97 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
βAngka tersebut menunjukkan bahwa KUR menjadi salah satu instrumen untuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM, termasuk di sektor perdagangan dan pertanian,β kata Kepala Kantor Wilayah DJPb Provinsi NTT Budi Setyawan di Kupang, Rabu.
Adapun secara tahunan, penyaluran KUR di NTT meningkat dari Rp2,08 triliun pada September 2025 menjadi Rp2,72 triliun pada September 2026. Jumlah debitur juga bertambah dari 48.957 menjadi 53.692 orang.
Ia menjelaskan, berdasarkan wilayah, Kota Kupang menjadi daerah dengan penyaluran KUR tertinggi sebesar Rp339,9 miliar kepada 4.013 debitur atau 12,5 persen dari total penyaluran.
Selanjutnya, Kabupaten Belu mencatat penyaluran Rp196,85 miliar kepada 3.483 debitur dan Kabupaten Sikka sebesar Rp193,43 miliar kepada 4.415 debitur.