NADIKABAR.COM — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengajak para ibu dari perwakilan organisasi perempuan, Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga, kader dasawisma, dan pengelola Ruang Publik Terpadu Ramah Anak meningkatkan pengetahuan kaum perempuan tentang kebencanaan.

Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta Dwi Oktavia mengatakan para ibu merupakan sosok yang mempunyai pengaruh besar di masyarakat sehingga suaranya dapat didengar.

"Sehingga diharapkan mempunyai kemampuan untuk sigap dalam kesiapsiagaan bencana dan mendorong agar lingkungan bisa juga mempunyai kesiapsiagaan terhadap bencana yang baik," kata Dwi dalam seminar daring "Peningkatan Kapasitas Perempuan dalam Menghadapi Bencana", Selasa.

Dwi mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berupaya meningkatkan akses perempuan mendapatkan informasi terhadap situasi bencana melalui sumber-sumber yang terpercaya.

"Salah satu yang harus kita tingkatkan agar akses informasi perempuan terhadap situasi bencana menjadi lebih baik. Perempuan mendapat sumber informasi langsung dari sumber informasi yang terpercaya, yaitu kanal-kanal pemerintah misalnya," kata dia.

Peningkatan akses informasi ini, kata Dwi, dibutuhkan lantaran persentase perempuan yang mendapat informasi resmi lebih kecil daripada kelompok laki-laki, berdasarkan hasil survei Badan Dunia yang bertugas untuk mengurangi dampak bencana di masyarakat (United Nations Office for Disaster Risk Reduction (UNDRR).

"Artinya perempuan ternyata lebih banyak dapat informasi tentang kebencanaan itu dari sumber-sumber yang informal dan dari media sosial. Dibanding laki-laki yang ternyata mereka terakses informasi dari sumber-sumber yang lebih resmi," jelas Dwi.

Menurut dia, perempuan harus mendapat informasi yang resmi dari jalur yang tepat, agar mereka dapat mengetahui risiko kebencanaan pada lingkungannya, sehingga bisa melakukan mitigasi lebih baik.Adapun peningkatan akses informasi tersebut salah satunya dilakukan melalui kegiatan seminar daring yang diikuti perwakilan organisasi perempuan, perwakilan Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga, kader dasawisma, dan pengelola Ruang Publik Terpadu Ramah Anak.

Semimar tersebut menghadirkan narasumber antara lain dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Tim Kerja Inti Koalisi Women in Local Humanitarian.

Dia mengingatkan posisi geografis Jakarta pun mempunyai tingkat kerawanan terhadap kejadian bencana. Beberapa bencana yang sering terjadi di Jakarta, antara lain banjir, kebakaran, dan gempa.

Pada situasi pra-bencana ini, masyarakat diminta menyiapkan bekal agar bisa mengenali risiko bencana, kemudian melakukan tindakan untuk mengurangi risiko atau dampak dari bencana tersebut.

Kemudian, khususnya para perempuan, untuk mengetahui dan bisa melakukan antisipasi yang baik, mereka juga harus mendapatkan informasi yang terpercaya."Kita bisa lihat bencana ini bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja. Kita hanya bisa memprediksi risiko, tetapi saat terjadinya bencana itu kapan, kita tidak bisa mengetahui secara pasti," kata dia.