"Kami ingin mempelajari pengalaman Tokyo dalam pengelolaan transportasi perairan yang aman, terjangkau, dan andal, termasuk kerja sama dengan operator, pembiayaan layanan, serta integrasi antarmoda," tutur Rano.
Jakarta juga menyampaikan ketertarikan mempelajari pengalaman Tokyo dalam mengembangkan transportasi publik yang ramah lingkungan, khususnya melalui penggunaan bus hidrogen dan bus listrik.
Pertukaran pengetahuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi Jakarta dalam mengkaji biaya operasional, ketersediaan pasokan energi, infrastruktur pengisian, dan pemeliharaan kendaraan, serta menyesuaikan penerapannya dengan kebutuhan dan karakteristik rute transportasi publik di Jakarta.
Melalui pertemuan ini, Jakarta berharap kemitraan dengan Tokyo yang telah terjalin selama lebih dari tiga dekade dapat terus diperkuat melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman.
Kerja sama dengan Tokyo didorong dapat mendukung pengembangan kebudayaan, peningkatan kualitas layanan transportasi, serta perwujudan kota yang semakin nyaman dan berkelanjutan bagi warganya.