NADIKABAR.COM β€” Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAP) Provinsi DKI Jakarta mengingatkan masyarakat, khususnya orang tua bahwa edukasi kesehatan reproduksi kepada para remaja tidak boleh dianggap sebagai hal yang tabu.

"Di tengah perkembangan teknologi, arus informasi digital mengenai tubuh dan seksualitas cukup deras. Namun, tidak semua informasi tersebut akurat dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan mereka. Karena itu, edukasi kesehatan reproduksi tidak boleh dianggap sebagai hal yang tabu," kata Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Dinas PPAP DKI Jakarta, Leny Yunengsih dalam seminar daring yang dipantau di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, masa remaja merupakan hal penting dalam kehidupan ketika terjadi perubahan fisik, psikologis, emosional, dan sosial yang mempengaruhi pembentukan karakter serta pengambilan keputusan seorang individu.

Di sinilah, peran pendampingan, pemberian informasi yang benar, lingkungan yang aman, dan akses terhadap layanan yang tepat dibutuhkan remaja agar mereka mampu menjaga dirinya serta menggali potensi secara optimal.

Adapun salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam rangka edukasi ini yakni mengadakan seminar Kesehatan Reproduksi dengan tema β€œKenali Tubuhmu, Jaga Masa Depanmu: Ngobrol Seru tentang Kesehatan pada Selasa (27/10) yang disiarkan daring di laman Youtube Dinas PPAPP DKI Jakarta.

Seminar itu menghadirkan pakar dari Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia cabang Jakarta Raya (POGI Jaya) dan Ikatan Psikolog Klinis Indonesia.

"Dinas PPAPP DKI berupaya menanamkan kepada remaja bahwa rencanakan masa depan berarti juga mampu mengenai resiko, menetapkan batasan diri, membangun relasi yang sehat dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab," katanya.

Dia mengajak masyarakat menciptakan lingkungan yang membuat remaja merasa aman bertanya, mendapatkan informasi yang benar, berani mengambil keputusan yang bertanggung jawab, dan tidak ragu mencari pertolongan ketika menghadapi persoalan.

"Kemudian, remaja yang sehat bukan hanya remaja yang terhindar dari penyakit tetapi juga remaja yang mengenali dirinya, mampu melindungi diri, memiliki relasi yang sehat dan berdaya merencanakan masa depannya," kata Leny.