NADIKABAR.COM — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan seluruh masyarakat yang mengalami masalah pernapasan akibat sebaran asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jakarta bisa berobat ke fasilitas kesehatan.
“Bukan hanya KTP Jakarta, tapi siapa pun yang menggunakan Puskesmas ataupun Puskesmas Pembantu atau rumah sakit itu dipersilakan selama yang bersangkutan terindikasi terkena hal yang berkaitan dengan asap dan sebagainya. Sekarang sudah berlangsung,” kata Pramono saat dijumpai di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, Senin.
Pramono mengatakan, dirinya sudah memerintahkan kepada 31 rumah sakit yang dimiliki Pemda DKI, 44 Puskesmas, serta 292 Puskesmas Pembantu untuk disiagakan bagi warga yang membutuhkan pertolongan.
Namun, dirinya belum mengetahui berapa jumlah masyarakat yang mengalami masalah pernapasan akibat sebaran asap karhutla.
“Jumlahnya saya belum tahu. Karena saya belum mendapatkan laporan dari Kepala Dinas Kesehatan. Tapi sudah berlangsung,” jelas Pramono.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tetap melakukan langkah mitigasi meski sebaran asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di DKI Jakarta sudah berkurang sejak Jumat.
“Pemprov DKI menyiapkan dan mengaktifkan penyemprotan water mist (kabut air) yang terpasang di 179 perangkat pada 145 gedung di berbagai lokasi,” kata Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial Chico Hakim.
Selain itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta berkoordinasi intensif dengan fasilitas kesehatan yang ada agar pelayanan kepada warga yang membutuhkan dapat diberikan secara sigap.
Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga tetap menjadi opsi yang disiapkan berkoordinasi dengan instansi terkait.
“Pemprov DKI terus melakukan pemantauan real-time melalui stasiun pemantau kualitas udara, sensor emisi, serta koordinasi erat dengan BMKG, BPBD DKI Jakarta, Dinas Lingkungan Hidup, dan Kementerian Lingkungan Hidup,” ungkap Chico.
Apabila kualitas udara mengalami pemburukan signifikan berdasarkan data resmi, lanjutnya, opsi lanjutan seperti rekomendasi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa, pembatasan aktivitas luar ruangan bagi kelompok rentan, dan imbauan penggunaan masker akan diterapkan sesuai kebutuhan.
“Kami memahami kekhawatiran warga. Yang terpenting, masyarakat tetap tenang, mengikuti informasi resmi, dan saling jaga. Pemprov DKI terus memantau secara intensif serta menyiapkan seluruh langkah antisipasi agar kesehatan warga, terutama anak-anak, lansia, dan kelompok rentan, tetap terlindungi,” kata Chico.