NADIKABAR.COM — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan selain memindahkan warga yang tinggal di area pemakaman ke rumah susun (rusun), pihaknya juga sudah menyiapkan lahan baru untuk memenuhi kebutuhan makam di ibu kota.

"Yang sekarang dilakukan adalah memindahkan warga yang tinggal di TPU (Tempat Pemakaman Umum). Sampai hari ini, memang sementara baru dilakukan itu, tetapi Pemerintah DKI Jakarta sudah menyiapkan lahan-lahan baru (untuk pemakaman)," kata Pramono di Balai Kota, Jakarta, Rabu.

Dia pun mengakui saat ini, persoalan kekurangan lahan makam memang masih terjadi di Jakarta. Untuk itu, pihaknya memindahkan warga yang tinggal di area TPU ke sejumlah rumah susun (rusun) yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Dari pemindahan tersebut, ruang untuk pemakaman di TPU yang ada diharapkan dapat bertambah.

Tak hanya itu, Pramono mengatakan pihaknya juga melakukan pemakaman dengan metode tumpang tindih. Tentunya, hal itu dilakukan atas izin warga maupun keluarga serta pewaris.

Kendati demikian, dia belum memaparkan lokasi terkait lahan baru yang disiapkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Menurut dia, lahan baru tersebut masih dibahas secara internal dan sedang tahap finalisasi.

Seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta tidak mengalokasikan anggaran untuk membeli lahan makam baru dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2026 meskipun lahan pemakaman di Jakarta saat ini dalam kondisi krisis.

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike mengatakan pembelian lahan baru belum dapat dilakukan pada tahun ini karena waktu pelaksanaan APBD Perubahan 2026 yang sangat terbatas.

"Untuk pembelian lahan baru, itu belum ada. Makam tidak jadi, tidak dianggarkan," ujar Yuke.

Dia menyebutkan pengadaan lahan membutuhkan sejumlah tahapan, mulai dari kajian, penetapan lokasi, hingga proses pengadaan.

Tahapan tersebut dinilai sulit untuk diselesaikan dalam sisa waktu pelaksanaan APBD Perubahan 2026.

Namun, meski belum masuk dalam APBD Perubahan 2026, Yuke mengatakan DPRD DKI akan mengusulkan pengadaan lahan makam dalam anggaran 2027.

Dia menilai pengadaan lahan makam itu penting karena sampai dengan saat ini, ketersediaan makam di ibu kota masih sangat terbatas.