NADIKABAR.COM β€” Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tetap menyiapkan dan mengaktifkan penyemprotan "water mist" (kabut air), meski sebaran asap di Jakarta akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sudah berkurang sejak Jumat.

β€œPemprov DKI menyiapkan dan mengaktifkan penyemprotan water mist (kabut air) yang terpasang di 179 perangkat pada 145 gedung di berbagai lokasi,” kata Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial Chico Hakim di Jakarta, Senin.

Selain itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta berkoordinasi intensif dengan fasilitas kesehatan yang ada agar pelayanan kepada warga yang membutuhkan dapat diberikan secara sigap.

Tak hanya itu, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga tetap menjadi opsi yang disiapkan untuk berkoordinasi dengan instansi terkait.

β€œPemprov DKI terus melakukan pemantauan real-time melalui stasiun pemantau kualitas udara, sensor emisi, serta koordinasi erat dengan BMKG, BPBD DKI Jakarta, Dinas Lingkungan Hidup, dan Kementerian Lingkungan Hidup,” kata Chico.

Apabila kualitas udara mengalami pemburukan signifikan berdasarkan data resmi, kata dia, opsi lanjutan seperti rekomendasi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa, pembatasan aktivitas luar ruangan bagi kelompok rentan, dan imbauan penggunaan masker akan diterapkan sesuai kebutuhan.

β€œKami memahami kekhawatiran warga. Yang terpenting, masyarakat tetap tenang, mengikuti informasi resmi, dan saling jaga. Pemprov DKI terus memantau secara intensif serta menyiapkan seluruh langkah antisipasi agar kesehatan warga, terutama anak-anak, lansia, dan kelompok rentan, tetap terlindungi,” ucapnya.