Dalam workshop tersebut, DKPP Jabar bersama konsorsium peneliti membedah hasil evaluasi pendekatan intervensi rantai nilai (value chain) pada sejumlah sampel koperasi susu di lapangan guna memetakan tantangan riil tata kelola dan mutu pangan asal hewan.
Linda menerangkan, penguatan koperasi tidak hanya berfokus pada administrasi internal, melainkan mencakup pendampingan teknis pemeliharaan ternak, manajemen pakan, hingga penerapan higienitas pemerahan yang standar.
Menurut Linda, tata kelola koperasi yang tangguh, dinilai dia, bakal mendongkrak posisi tawar (bargaining position) peternak di hadapan industri pengolahan susu, sekaligus memangkas inefisiensi produksi di tingkat peternak rakyat.