NADIKABAR.COM — Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang, Banten, menerapkan metode Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) pada lahan seluas 500 hektare di 29 kecamatan sebagai upaya memacu produktivitas menuju swasembada pangan daerah.
Kepala DKPP Kabupaten Serang Suhardjo, di Serang, Jumat, mengatakan penerapan pola pertanian modern tersebut direalisasikan melalui Gerakan Tanam Padi serempak, sekaligus dalam rangka menyambut Peringatan Hari Jadi ke-500 Kabupaten Serang dengan titik pusat di Desa Sentul, Kecamatan Kragilan.
"Alhamdulillah kita melakukan aksi nyata untuk mendukung 500 tahun Kabupaten Serang dengan penanaman gerakan tanam padi sebanyak 500 hektare dengan pola PM-AAS," kata Suhardjo.
Ia menjelaskan, skema PM-AAS memiliki perbedaan dibanding pola tanam konvensional, yakni menggunakan sistem tebar benih langsung (tabela) serta peningkatan alokasi benih dari 20 kilogram menjadi 80 kilogram per hektare.
Selain itu, menurut dia, porsi pupuk urea dinaikkan menjadi 200 kilogram per hektare yang diimbangi penyesuaian dosis NPK dan penggunaan dolomit.
"Melalui penerapan sistem ini, DKPP Kabupaten Serang optimistis hasil panen padi dapat meningkat hingga dua kali lipat, dari yang semula rata-rata lima hingga enam ton menjadi 10 hingga 12 ton per hektare," ujarnya.
Ia menjelaskan, gerakan tanam padi yang berlangsung selama periode September hingga Oktober 2026 ini terlaksana atas kolaborasi erat antara Kementerian Pertanian, Pemerintah Provinsi Banten, Pemkab Serang, serta jajaran penyuluh pertanian di lapangan.
Selain penanaman padi, DKPP Kabupaten Serang juga menggelar kegiatan pendukung berupa pemberian vaksin dan vitamin bagi 500 ekor hewan ternak sapi dan kerbau yang dimulai dari Desa Kebon Ratu, Kecamatan Lebakwangi, guna mengantisipasi penularan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).