Namun, lanjut dia, timbulan sampah bertambah karena masyarakat dari luar pasar ikut membuang sampah ke tempat penampungan sementara (TPS) yang seharusnya hanya diperuntukkan bagi warga pasar.
"Kita yang sering banyak itu kecolongan dari luar, dari masyarakat," katanya.
Menurut dia, pengelola Pasar Imogiri telah melakukan pemilahan sampah dengan menyediakan tempat sampah organik dan anorganik secara terpisah.
Namun, lanjut dia, sebagian pedagang memang belum sepenuhnya melakukan pemilahan sesuai tempat sampah yang telah disediakan.
"Kadang asal, yang penting masuk tong gitu saja," ujarnya.