NADIKABAR.COM β€” Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mempercepat penanganan sisa kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Gunung Santri dengan membongkar timbunan sampah dan melakukan penyiraman untuk memastikan bara di dalam tumpukan benar-benar padam.

Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan DLH Kabupaten Cirebon Suyanto di Cirebon, Rabu, mengatakan api di TPAS Gunung Santri secara umum sudah padam, tetapi petugas masih menemukan asap dari bagian dalam timbunan sampah.

β€œSudah padam semua, tinggal penguraian karena masih ada asap. Sekarang sudah tidak terlalu pekat seperti kemarin,” katanya.

Menurut dia, penguraian menggunakan ekskavator menjadi bagian penting dalam proses pendinginan karena api pada timbunan sampah dapat bertahan di bagian bawah meskipun permukaan terlihat sudah padam.

Sampah yang dibongkar, kata dia, kemudian disiram menggunakan air untuk menurunkan suhu material dan memutus kemungkinan bara kembali menyala.

Setelah itu, timbunan diuruk agar panas tidak merambat ke bagian lain.

Ia mengatakan petugas juga memperhatikan potensi gas metana yang terdapat pada timbunan sampah. Kondisi tersebut membuat proses pendinginan harus dilakukan secara menyeluruh, terutama pada bagian yang masih menyimpan panas.

Untuk mendukung penyiraman, DLH mengerahkan sekitar empat hingga lima kendaraan pemasok air ke lokasi, sedangkan armada pemadam kebakaran belum sepenuhnya dapat digunakan karena masih terdapat sejumlah peralatan yang menjalani perbaikan.

DLH menargetkan proses penguraian dan pendinginan dapat dituntaskan hari ini setelah lokasi dinyatakan aman, aktivitas pembuangan sampah ke TPAS Gunung Santri akan dipulihkan secara bertahap.

β€œSelama TPAS belum dapat menerima seluruh muatan, DLH juga mengatur ulang operasional armada pengangkut sampah dari permukiman dan perumahan. Langkah tersebut dilakukan agar penumpukan sampah di tingkat permukiman tidak semakin meluas,” katanya.

Dia menjelaskan sebagian armada sementara diarahkan ke wilayah timur Cirebon, sedangkan pengangkutan di kawasan perkantoran Sumber menjadi salah satu prioritas.

Namun, seluruh armada belum dapat dialihkan karena lokasi pembuangan alternatif memiliki kapasitas terbatas.

β€œDampak penghentian sementara pembuangan ke TPAS Gunung Santri mulai terlihat di sejumlah titik. Sampah yang biasanya rutin diangkut masih terlihat menumpuk karena kendaraan pengangkut tidak dapat membuang muatan selama dua hari,” katanya.

Suyanto berharap, penanganan di TPAS segera selesai sehingga kendaraan pengangkut dapat kembali membuang sampah secara normal.

β€œDengan begitu, DLH dapat kembali menjalankan rute pengangkutan dari permukiman dan perumahan tanpa harus menahan atau mengalihkan armada,” ucap dia.