NADIKABAR.COM — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta mengajak perusahaan dan masyarakat memperkuat pemilahan sampah dari sumber sebagai upaya mengurangi beban Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH DKI Jakarta Erni Pelita Fitratunnisa mengatakan pengelolaan sampah perlu diubah dari pola angkat, angkut, dan buang menjadi pemilahan sejak dari sumber.

"Mulai kita pilah sampah. Mencoba mengenalkan mana yang organik, mana yang anorganik," kata Erni saat menghadiri kegiatan uji emisi kendaraan operasional dan dinas PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia Re di Jakarta, Selasa.

Perempuan yang akrab disapa Fitri tersebut mengatakan pemilahan sampah dari sumber diperlukan karena kapasitas TPST Bantar Gebang menghadapi tekanan akibat volume sampah yang terus masuk.

Menurut dia, ketinggian timbunan sampah di Bantar Gebang kini telah mencapai lebih dari 50 meter, sedangkan batas maksimal yang ditetapkan sekitar 50 meter.

Karena itu, kata dia, pengurangan sampah dari sumber perlu menjadi perhatian bersama, termasuk melalui keterlibatan dunia usaha dalam program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL).