Artinya: "Pada Hari Kiamat nanti, bumi ini bagaikan sebuah roti yang diperlakukan oleh Allah Al-Jabbar (Yang Maha Kuasa sesuka-Nya) sebagaimana salah seorang di tim redaksi kamu yang memperlakukan rotinya ketika sedang dalam safar (perjalanan), sebagai hidangan bagi Ahli surga." (HR Bukhari dari Sa'id Al-Khusriy)

Mengutip buku Keutamaan Dzikir dan Doa Asmaul Husna karya Hamid Sakti Wibowo dan Mustaqim ada juga bacaan zikir Al Jabbar yang dapat diamalkan, yaitu:

Artinya: Wahai yang perkasa dan memiliki segala kebesaran

Perlu dipahami, makna mutakabbir adalah zat yang memiliki kesombongan dan kebesaran. Keduanya adalah pakaian Allah SWT yang tidak boleh dikenakan hamba-Nya.

Dalam hadits dari Abu Hurairah RA. Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah SWT mempunyai sembilan puluh sembilan nama, seratus kurang satu, barang siapa yang menghafalkannya, maka ia akan masuk surga." (HR Bukhari)

Mengutip buku Hati Bahagia, Rezeki Tak Terhingga karya Abdul Syukur al-Azizi, keutamaan berdoa dengan Asmaul Husna akan mendapatkan pahala, ampunan, ketenangan, ketenteraman, kesuksesan, hati yang tenang, terhindari dari musuh, disenangi orang, aman dan selamat, serta memperoleh kebahagiaan, kemuliaan, dan kekayaan dari Allah SWT.