Artinya: "Ya Allah, ampunilah aku dan terimalah tobatku. Sesungguhnya Engkau Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang."

Riwayat dalam kitab Al-Adab Al-Mufrad nomor 619 menyebutkan bahwa Rasulullah SAW membaca doa tersebut ketika selesai shalat dhuha dan mengulanginya hingga seratus kali. Riwayat ini dinilai sahih oleh Syekh Al-Albani.

Bacaan tersebut dapat menjadi alternatif doa setelah shalat dhuha bagi umat Islam yang ingin memohon ampunan kepada Allah SWT.

Waktu pelaksanaan dan keutamaan shalat dhuha

Shalat dhuha merupakan shalat sunah yang dikerjakan setelah matahari terbit cukup tinggi hingga menjelang waktu zuhur. Ibadah ini dapat dilakukan sekurang-kurangnya dua rakaat dan ditambah sesuai kemampuan.

Salah satu keutamaannya diterangkan dalam hadis riwayat Muslim nomor 720. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa dua rakaat shalat dhuha dapat mencukupi sedekah bagi persendian tubuh manusia.

Hal tersebut menunjukkan bahwa shalat dhuha bukan semata-mata ibadah untuk memohon rezeki, tetapi juga bentuk rasa syukur atas nikmat dan kemampuan yang diberikan Allah SWT kepada manusia.

Setelah menyelesaikan shalat dhuha, umat Islam dapat memperbanyak zikir dan memanjatkan doa sesuai kebutuhan. Tidak ada kewajiban untuk membaca satu lafal tertentu setelah shalat dhuha. Doa yang populer tentang dhuha dan rezeki dapat diamalkan sebagai doa umum, tanpa meyakini bahwa lafal tersebut merupakan hadis sahih yang secara khusus diajarkan Rasulullah SAW.