Ain I'jab: Pandangan kekaguman atau ketakjuban dari seseorang yang tidak berniat dengki, tapi kekaguman tersebut lalai dan tidak disertai dengan menyebut nama Allah.
Keberadaan ain secara tegas disebutkan dalam hadits. Rasulullah SAW bersabda:
الْعَيْنُ حَقٌّ وَلَوْ كَانَ شَىْءٌ سَابَقَ الْقَدَرَ سَبَقَتْهُ الْعَيْنُ
Artinya: "Ain itu nyata. Seandainya ada sesuatu yang dapat mendahului takdir, niscaya ain akan mendahuluinya." (HR Muslim)
Al-Qur'an juga menjelaskan secara tersirat mengenai bahaya pandangan mata dalam Surah Al-Qalam ayat 51:
وَإِن يَكَادُ الَّذِينَ كَفَرُواْ لَيُزْلِقُونَكَ بِأَبْصَارِهِمْ لَمَّا سَمِعُواْ الذِّكْرَ وَيَقُولُونَ إِنَّهُ لَمَجْنُونٌ
Artinya: "Dan sesungguhnya orang-orang kafir itu hampir menggelincirkan kamu dengan pandangan mereka, tatkala mereka mendengarkan Al-Qur'an dan mereka berkata, 'Sesungguhnya ia (Muhammad) benar-benar orang yang gila'."