Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa kata "pandangan orang kafir" pada ayat tersebut merujuk pada pandangan berkekuatan ain yang ingin mencelakakan Nabi Muhammad SAW.

Dampak dari terinfeksi ain sangat bervariasi, mulai dari membuat seseorang mendadak sakit, mengalami celaka, jatuh pingsan (seperti dalam kisah Sahabat Sahl bin Hanif yang pingsan usai dipandang oleh Amir bin Rabi'ah, dijelaskan dalam hadits riwayat Nasa'i dan Hakim), hingga dapat menyebabkan kematian.

Untuk membentengi diri, keluarga, dan harta benda dari ancaman bahaya ain, Rasulullah SAW mengajarkan doa perlindungan yang tercantum dalam kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi:

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

A'udzu bikalimatillahit-tammati min kulli syaithaniw wa hammatiw wa min kulli 'ainil lammah.

Artinya: "Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari setiap setan, binatang yang beracun, dan dari setiap mata ain yang menyakitkan."