Nasional
HALAMAN 2 DARI 3
Dokter: Efek defisiensi besi pada perkembangan otak bayi bisa menetap
Dokter spesialis anak dari Unit Kerja Koordinasi Hematologi Onkologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Prof. Dr. dr. Murti Andriastuti, Sp.A, Subsp.H.Onk.(K) meny
Redaksi NadiKabar
✓
Redaksi NadiKabar
•
Dipublikasikan: Selasa, 6 Oktober 2026 pukul 17:10 WIB
• ⏱ 2 menit baca
Menurut dia, kebutuhan zat besi pada tahun pertama kehidupan tinggi karena pada masa itu volume otak sedang berkembang.
"Karena nanti volume otak itu akan sangat berkembang pesat pada usia satu tahun pertama," katanya.
Selain dapat berdampak pada perkembangan otak, kekurangan zat besi semasa 1.000 hari pertama kehidupan bisa mempengaruhi tumbuh dan kembang anak.
Dokter Murti mengatakan bahwa kekurangan zat besi berlangsung secara bertahap, dimulai dari penurunan cadangan besi sampai penurunan kadar hemoglobin (Hb) dalam darah.
Pedoman Media Siber: NadiKabar.com berkomitmen mematuhi Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers Indonesia. Apabila ada hak jawab atau koreksi, silakan hubungi redaksi melalui kanal kontak kami.