NADIKABAR.COM β€” Alergi yang sebelumnya tidak pernah dialami seseorang dapat muncul ketika memasuki usia dewasa. Gejalanya juga bisa terasa semakin berat akibat perubahan sistem kekebalan tubuh, paparan alergen berulang, hingga faktor lingkungan seperti polusi udara.

Melansir dari laman gaya hidup Real Simple pada Jumat (29/10), perubahan sistem kekebalan tubuh seiring bertambahnya usia dapat mengurangi toleransi seseorang terhadap alergen tertentu.

Dokter spesialis alergi dan imunologi asal Amerika Serikat yang bersertifikasi kuadrupel, Kara Wada, MD, mengatakan paparan serbuk sari secara berulang dapat memicu sensitivitas alergi, terutama ketika disertai faktor lain seperti kehamilan, stres, penyakit, perubahan metabolisme, hingga perpindahan ke wilayah dengan jenis alergen berbeda.

β€œPaparan serbuk sari yang berulang dari waktu ke waktu pada akhirnya dapat memicu sensitisasi, terutama ketika disertai faktor seperti kehamilan, stres, penyakit, perubahan kesehatan metabolisme, perubahan mikrobioma, atau perpindahan ke wilayah baru dengan paparan alergen yang berbeda,” kata Wada.

Meski demikian, bertambahnya usia tidak selalu membuat alergi semakin parah. Wada menjelaskan bahwa gejala alergi justru umumnya membaik pada kelompok lanjut usia, terutama setelah seseorang berusia 65 tahun.

Kondisi tersebut berkaitan dengan proses immunosenescence, yaitu perubahan fungsi sistem kekebalan tubuh seiring bertambahnya usia.

Faktor lingkungan juga berperan terhadap peningkatan gejala alergi. Musim serbuk sari yang semakin panjang, konsentrasi serbuk sari yang meningkat, serta polusi udara dapat memperbesar paparan alergen dan memicu peradangan.

Selain itu, orang dewasa yang mengalami hidung tersumbat atau bersin berulang belum tentu mengalami rinitis alergi.

Dokter spesialis alergi dan imunologi Meagan W. Shepherd, MD, menjelaskan bahwa gejala tersebut juga dapat disebabkan oleh rinitis nonalergi. Kedua kondisi memiliki gejala serupa, tetapi penyebab dan penanganannya berbeda.

Rinitis nonalergi dapat menimbulkan hidung tersumbat dan lendir yang mengalir ke bagian belakang tenggorokan atau postnasal drip, tetapi biasanya tidak disertai rasa gatal seperti pada rinitis alergi.

Shepherd menyarankan orang yang mengalami gejala baru atau alergi yang semakin mengganggu untuk berkonsultasi dengan dokter agar memperoleh diagnosis dan penanganan yang tepat.

Penerjemah: Farika Nur Khotimah