NADIKABAR.COM β€” Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo dr. Aisya Fikritama Aditya, Sp.A mengingatkan orang tua pada masa peralihan musim perlu lebih memperhatikan kesehatan anak.

β€œBukan berarti perubahan cuaca secara langsung membuat anak sakit, tetapi perubahan suhu dan kelembapan, pola aktivitas, serta meningkatnya paparan kuman di lingkungan tertentu dapat memengaruhi risiko infeksi,” kata Aisya kepada NadiKabar di Jakarta, Jumat.

Aisya mengatakan bahwa dampak peralihan musim kemarau berkepanjangan ke musim hujan terhadap kesehatan anak dapat meningkatkan risiko sejumlah penyakit yang perlu diwaspadai antara lain infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), seperti batuk, pilek, dan influenza.

Kemudian, diare akibat makanan atau air yang terkontaminasi, serta demam berdarah dengue (DBD) yang risikonya dapat meningkat ketika terdapat banyak genangan air sebagai tempat berkembang biak nyamuk.

β€œJika terjadi banjir, kita juga perlu mewaspadai leptospirosis, terutama pada anak yang berkontak dengan air atau tanah yang tercemar urine hewan terinfeksi,” tutur dia.