Ketua Umum Pengurus Pusat Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Prof Dr dr Budi Wiweko, SpOG, SubspFER mengatakan pihaknya menyesalkan dugaan tersebut.

Budi menegaskan POGI menentang keras tindakan tersebut jika memang terbukti dilakukan oleh dokter yang bersangkutan.

"Kami sangat menentang keras hal ini. Tapi, kami akan cek dulu," kata Budi saat dihubungi NadiKabar.com, Rabu (2/9/2026).

Menurut Budi, hingga kini belum ada laporan resmi yang diterima POGI terkait dugaan pelecehan tersebut. Namun, POGI siap membantu dan mendampingi korban.

Bila dugaan tersebut terbukti, dokter yang bersangkutan dapat diproses melalui mekanisme internal POGI.

"Akan disidangkan di Dewan Pembina POGI. Ada panduannya, jenis pelanggarannya apa, sanksinya bagaimana," ujarnya.