"Pencegahan dan penanganan osteoporosis tidak hanya mengandalkan pengobatan, tetapi juga perlu didukung oleh perubahan gaya hidup, termasuk aktivitas fisik yang memberikan pembebanan pada tulang secara aman," ujar dr. Wijaya dari Siloam Hospital TB Simatupang.

Perlu diketahui, Osteoporosis merupakan kondisi ketika kepadatan dan kualitas tulang menurun sehingga tulang menjadi lebih rapuh dan rentan mengalami patah tulang. Penyakit ini sering kali berkembang tanpa gejala yang jelas hingga terjadi patah tulang.

Secara global, diperkirakan lebih dari 500 juta orang hidup dengan osteoporosis, di mana sekitar 1 dari 3 perempuan dan 1 dari 5 laki-laki berusia di atas 50 tahun akan mengalami fraktur fragilitas atau patah tulang akibat kerapuhan tulang.

Di Indonesia, pertambahan jumlah penduduk lanjut usia juga menjadi perhatian karena dapat meningkatkan beban osteoporosis. Angka osteoporosis diproyeksikan meningkat hingga 135 persen pada 2050.