Fathiyah juga menekankan pentingnya pemeriksaan bagi anggota keluarga yang tinggal bersama atau berkontak erat dengan pasien TB. Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk mengetahui apakah anggota keluarga mengalami TB aktif atau infeksi TB laten yang membutuhkan terapi pencegahan.

“Semua anggota keluarga yang kontak dengan pasien TB tersebut sebaiknya diperiksa,” katanya.

Menurut dia, anggota keluarga yang hasil pemeriksaannya menunjukkan TB perlu mendapatkan penanganan sesuai diagnosis. Sementara itu, orang yang mengalami infeksi TB laten dapat memperoleh terapi pencegahan berdasarkan hasil pemeriksaan dan penilaian tenaga kesehatan.

Selaras dengan hal itu, Guru besar di Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof. Dr. dr. Faisal Yunus, Ph.D., Sp.P(K) juga menyarankan pasien TB menggunakan masker saat berada di rumah untuk mengurangi risiko penularan kepada orang di sekitarnya.

“Terutama kalau dia positif, sebenarnya yang sakit itu pakai masker. Pakai masker 24 jam di rumahnya,” katanya kepada NadiKabar, Sabtu.