Instruksi perawatan setelah penyuntikan perlu dipahami, kata dr. Venny. Pada sejumlah formulasi PLLA, pemijatan setelah tindakan dapat dianjurkan sesuai protokol produk untuk membantu distribusi bahan. Kebutuhan perawatan lanjutan perlu mengikuti karakteristik produk dan petunjuk klinis yang berlaku.

Seiring perkembangan teknologi estetika, produsen mengembangkan formulasi PLLA dengan karakteristik partikel yang berbeda, termasuk mikrosfer dengan ukuran lebih seragam. Namun, klaim bahwa karakteristik partikel tertentu dapat menghilangkan peradangan atau mencegah komplikasi sepenuhnya perlu dinilai berdasarkan bukti klinis yang memadai.

Salah satu produk yang menggunakan teknologi mikrosfer PLLA adalah Julaine yang dipasarkan sebagai stimulator kolagen generasi terbaru. Produk tersebut menggunakan partikel dengan ukuran lebih seragam dan tidak memerlukan pemijatan khusus setelah penyuntikan. Meski demikian, kebutuhan perawatan setelah tindakan tetap perlu mengikuti petunjuk penggunaan produk dan penilaian dokter.

Venny menekankan bahwa hasil prosedur estetika tidak hanya ditentukan oleh bahan yang digunakan, tetapi juga oleh kompetensi dokter dan kesesuaian tindakan dengan kondisi pasien.