Menurutnya, lebih baik orang tua fokus memenuhi keseimbangan gizi anak dengan menghadirkan berbagai variasi makanan dalam satu piring untuk dimakan.
Pemilihan makanan pun ditekankannya tidak melulu harus berasal dari bahan-bahan yang mahal seperti daging sapi atau salmon. Indonesia sebagai negara bahari yang besar memiliki lebih banyak variasi gizi yang bisa diberikan pada anak seperti melalui pengolahan ikan kembung.
Bahan lain yang Prof. Aman sebutkan seperti ayam, telur, termasuk tempe dan tahu yang mengandung protein nabati.
Dalam kesempatan itu, dia juga tidak setuju apabila susu dan minyak ikan yang kini banyak dijual di apotek dapat membantu anak tumbuh lebih tinggi jika dikonsumsi setiap hari.
Ia mengatakan susu, terutama susu segar (fresh milk), baik bagi tubuh karena mengandung kalsium. Namun, tidak jadi masalah apabila tidak bisa disajikan setiap hari. Konsumsi susu yang dianjurkannya pun cukup satu sampai dua gelas sehari.