NADIKABAR.COM — Hasil Pemilu Sela Amerika Serikat pada 3 November menunjukkan Partai Demokrat menguasai Kongres atau dewan legislatif negara adidaya itu.

Demokrat tidak saja menjadi mayoritas di majelis rendah Kongres, yakni House of Representatives (DPR), tapi juga mengendalikan kursi mayoritas di majelis tinggi atau Senat.

Di DPR, kursi Demokrat sudah jauh melewati batas minimal 218 kursi untuk mengendalikan majelis rendah AS itu. Sampai tulisan ini siar, berdasarkan data Associated Press, Demokrat sudah mendapatkan 225 kursi, sedangkan Partai Republik mendapatkan 136 kursi. Total kursi DPR AS adalah 435 kursi.

Yang lebih mengejutkan adalah Demokrat juga menguasai Senat setelah mendapatkan tambahan tujuh kursi yang di antaranya dari Texas yang selama ini merupakan kandang Partai Republik.

Akibatnya, Demokrat menjadi mayoritas dengan 54 kursi. Padahal, mereka hanya perlu 51 kursi untuk menjadi mayoritas di Senat yang total memiliki 100 kursi.

Demokrat masih berpotensi mendapatkan satu kursi lagi dari Mississippi, yang sampai tulisan ini dibuat, calon senator mereka di negara bagian ini tengah memimpin penghitungan suara.

Demokrat juga menjadi pemenang dalam pemilihan gubernur.

Mereka mendapatkan tambahan empat gubernur baru sehingga kini sudah 25 gubernur berasal dari mereka, dan kemungkinan mendapatkan tambahan dari Oregon, Nevada, Arizona, Alaska, dan Kansas. Sedangkan Republik kehilangan empat negara bagian sehingga kini hanya memiliki 20 negara bagian yang dipimpin kader mereka.

Tidak sebagaimana 435 kursi DPR yang semuanya diperebutkan lagi dalam setiap Pemilu Sela, hanya 34 dari 50 anggota Senat dan 36 dari total 50 gubernur yang dipilih dalam Pemilu Sela.

Hasilnya menunjukkan Demokrat menang besar dalam Pemilu Sela kali ini. Itu juga berarti tamparan keras untuk pemerintahan Presiden Donald Trump dan Partai Republik.

Hasil Pemilu Sela kali ini, yang pada dasarnya referendum terhadap Trump dan Republik, menunjukkan mayoritas rakyat AS tidak setuju dengan kebijakan-kebijakan dan retorika-retorika politik Trump dalam dua tahun terakhir.

Ini juga pesan langsung kepada Trump bahwa dalam dua tahun terakhir masa jabatannya, dia akan menghadapi tantangan besar yang bisa membuat pemerintahannya kurang efektif.

Dua kamar lembaga legislatif yang dikuasai Demokrat sungguh skenario buruk yang akan sangat menyulitkan langkah-langkah Trump di berbagai arena, dari politik, keamanan dalam negeri, sampai ekonomi dan Perang Iran.