NADIKABAR.COM — Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Ahmad Yani mengungkapkan pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait pasar modal Indonesia turut berimbas pada pergerakan saham perusahaan.

"Kemudian juga (saham) PGE dari awal tahun di 2026 atau di akhir tahun di 31 Desember kemarin itu terkoreksi sekitar 8,89 persen," ujar Yani dalam acara Media Briefing Laporan Keuangan Kuartal III-2026 PGEO di Jakarta Pusat, Rabu (4/11).

Pada perdagangan hari ini, saham PGE ditutup di Rp965 atau turun 14,6 persen sejak awal tahun.

Kendati harga saham perusahaan ikut tertekan, Yani menegaskan kondisi tersebut tidak memberikan dampak negatif terhadap fundamental maupun rencana pertumbuhan bisnis emiten berkode PGEO tersebut di kemudian hari.

"Nah inilah bentuk kondisi pasar saat ini di Indonesia, tetapi kondisi ini tidak memberikan dampak kepada fundamental PGE, tidak berdampak kepada rencana pertumbuhan PGE," ujar Yani.

Ketangguhan fundamental perusahaan tersebut terbukti melalui capaian operasional yang mencetak rekor baru hingga kuartal ketiga tahun ini.