Brian juga mengaitkan kapasitas riset dengan kemampuan suatu negara untuk keluar dari jebakan negara berpenghasilan menengah atau middle-income trap. Ia menyebutkan perbandingan jumlah peneliti antara negara berpenghasilan tinggi dan kelompok negara berpenghasilan menengah.

Menurut data yang dihimpunnya, negara berpenghasilan tinggi memiliki sekitar 4.100 peneliti per satu juta penduduk, sedangkan kelompok negara berpenghasilan menengah memiliki kurang dari 1.000 peneliti per satu juta penduduk.

"Kalau kita ingin naik kelas menjadi negara maju, jumlah peneliti kita tidak bisa ditawar lagi, jumlah kapasitas riset kita tidak bisa kita berdiam diri, harus kita naikkan," ujarnya.

Mendiktisaintek menekankan pentingnya keterhubungan antara perguruan tinggi dan industri dalam membangun pusat pertumbuhan ekonomi baru.