NADIKABAR.COM — Aktor Donny Damara menyatakan jalan keluar dari label "anak nakal" bukan cuma beban anak-anak yang dicap "nakal" tadi, tapi juga orang tua dari anak-anak itu juga mesti sama-sama mau mengubah sikap.
"Orang tua harus mau menurunkan ego ke bawah untuk memahami dunia anak zaman sekarang, sementara anak-anak juga harus belajar mendengarkan ke atas (menghormati orang tua)," kata Donny saat konferensi pers film "Yang Disebut Nakal" di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu.
Menurut Donny, fenomena "anak nakal" bisa timbul karena anak-anak tumbuh dengan cara mengekspresikan diri yang tidak sesuai dengan toleransi orang tua.
Untuk itu, proyek film terbarunya mencoba membedah perbandingan antar-keluarga yang berbeda latar belakang untuk memperlihatkan bagaimana sebuah lingkungan mampu membina laku karakter anak, baik ke arah positif maupun negatif.
Terlepas dari anak-anak di mana pun mungkin pernah berada di fase yang disebut "nakal" selama pertumbuhan mereka, menurut Donny, berkurangnya kenakalan anak-anak itu tergantung pendidikan empati yang diterapkan oleh masing-masing orang tua kepada anak-anak mereka.
Sementara itu, film "Yang Disebut Nakal" akan mengangkat proses membina tingkah laku anak-anak remaja yang telanjur dicap nakal oleh lingkungan dan keluarga mereka dalam ceritanya.
Film tersebut secara spesifik berfokus pada dinamika pengasuhan di Binalaku, sebuah tempat di mana anak-anak yang bingung dengan cap "nakal" dipandu untuk menemukan kesempatan kedua agar perilaku mereka terarah ke hal-hal progresif.
Pemeran salah seorang pendidik di Binalaku, Goklas, yang diperankan oleh komedian Boris Bokir, mencontohkan salah satu metode adalah mengarahkan anak-anak nakal tersebut menjadi atlet seni bela diri campuran daripada sekadar berkelahi, dan sebagainya.
Boris juga menjamin bahwa esensi pembinaan karakter dalam drama keluarga itu tidak akan terasa menggurui, karena dibalut dengan porsi komedi situasi (situational comedy) yang organik tanpa menurunkan bobot emosional ceritanya.
Pemeran film "Yang Disebut Nakal" turut dimeriahkan oleh Giulio Parengkuan (Jalu), Endy Bayu (Satria), Donny Damara (Pak Surya), Aming Sugandhi (Yayat), Joshia Frederico (Wawan), Rafi Sanjaya (Uus), dan masih banyak lagi.
Proyek yang mengusung misi besar pendidikan "Binalaku" bagi generasi muda itu dijadwalkan syuting selama 23 hari di Purwakarta untuk siap tayang di bioskop tanah air pada tahun depan.