NADIKABAR.COM β Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN Dony Oskaria mengatakan, pihaknya sedang melakukan perubahan fundamental terhadap pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
βKita mau membawa pengelolaan BUMN kita setransparan mungkin, seterbuka mungkin, melakukan perubahan yang fundamental mengenai pengelolaan BUMN-BUMN kita,β ujarnya dalam agenda Investor Daily Summit 2026 di Jakarta, Kamis.
Hasil pemetaan komprehensif yang dilakukan Danantara menunjukkan ada 1.074 perusahaan di bawah naungan BUMN yang dihadapkan pada berbagai masalah, seperti tumpang tindih unit usaha, kerugian operasional, inefisiensi, hingga piutang antara perusahaan yang tak terselesaikan.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pihaknya membagi 1.074 perusahaan itu ke dalam sektor industrinya masing-masing, lalu membandingkannya dengan standar tolak ukur global (global benchmark).
Kemudian, dilakukan evaluasi yang mencakup analisis model bisnis, struktur biaya, margin EBITDA, analisis pasar, hingga kapasitas internal dari segi keuangan, organisasi, serta sumber daya manusia.
Berdasarkan hasil analisis, ribuan BUMN itu dikelompokkan ke dalam empat skema penyehatan utama. Pertama adalah likuidasi bagi perusahaan yang beban finansialnya telah melampaui nilai aset. Kedua yaitu divestasi pada unit usaha non inti seperti kepemilikan hotel, rumah sakit, jaringan serat optik, hingga jalan tol yang tersebar di berbagai BUMN.