NADIKABAR.COM — Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria memastikan anak-anak penghuni Hunian Sementara (Huntara) Senen, Jakarta Pusat, mendapat akses pendidikan yang baik, termasuk melalui program Sekolah Rakyat.
"Concern kita sebetulnya bahwa akses pendidikan itu harus dapat dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia," kata Dony saat mengunjungi Huntara Senen, Jakarta Pusat, Selasa.
Dia mengatakan sebagian besar anak penghuni hunian tersebut nantinya diarahkan untuk mengikuti pendidikan melalui Sekolah Rakyat.
Akan tetapi, dalam kunjungan itu, Dony menerima masukan terkait sejumlah anak yang terkendala persyaratan alamat tempat tinggal untuk dapat masuk ke sekolah tersebut.
Menurut dia, persoalan administrasi wilayah atau zonasi tidak seharusnya menghalangi anak-anak dalam memperoleh pendidikan.
Maka dari itu, pihaknya akan mengupayakan penyelesaian bagi anak-anak yang belum dapat mengakses sekolah karena persoalan alamat.
"Ada juga tadi beberapa concern, karena alamat mereka kan di kampung, tidak bisa masuk ke sini, nanti kita akan urus. Tujuannya bukan zoning-zoning itu, semua rakyat, anak-anak kita itu harus bisa mendapatkan akses pendidikan yang baik," ujar Dony.
Dia menegaskan perhatian terhadap pendidikan anak merupakan bagian penting dari penataan kehidupan warga yang sebelumnya tinggal di bantaran rel kereta api.
Dony menyebutkan sebagian besar penghuni saat ini bekerja sebagai pemulung dan tetap dapat melanjutkan pekerjaan tersebut. Namun, pendidikan bagi generasi berikutnya harus dipastikan berjalan dengan baik.
Dia pun berharap anak-anak yang tinggal di lingkungan Huntara dapat tumbuh di dalam kawasan yang sehat, memiliki kesempatan bersosialisasi, serta memperoleh pendidikan yang layak.
"Kita akan petakan. Sebagian besar dari saudara-saudara kita ini kan pemulung, dan mereka cukup bahagia dengan pekerjaan itu, tetapi tentu yang generasi berikutnya ini yang kita pastikan mereka bersekolah dengan baik," ungkap Dony.