Selain sosialisasi kebijakan registrasi, rangkaian kegiatan ini juga menyoroti peran Posyandu dalam mendukung penanggulangan tuberkulosis (TBC) melalui Desa/Kelurahan Siaga Tuberkulosis.

Kader Posyandu berperan memberikan edukasi, mengenali gejala awal, serta mendorong masyarakat untuk mengakses fasilitas layanan kesehatan. Sementara itu, proses pemeriksaan, penegakan diagnosis, hingga pengobatan tetap menjadi wewenang tenaga kesehatan di fasilitas medis.

Safriati mengajak pemerintah daerah (Pemda), TP Posyandu, pemerintah desa (Pemdes) dan kelurahan, serta para kader untuk memperkuat kerja sama dalam transformasi Posyandu. Registrasi yang tertib dan pembinaan berkelanjutan diharapkan dapat memperkuat peran Posyandu dalam mendukung pemenuhan pelayanan dasar sesuai kebutuhan masyarakat.

Kegiatan tersebut diikuti 110 peserta dari berbagai unsur Pemda, seperti TP Posyandu, Pemdes dan kelurahan, serta pengurus dan kader Posyandu secara luring maupun daring. Turut hadir pula Ketua TP Posyandu Provinsi Papua Barat Daya, Ketua TP Posyandu Kota Sorong dan Kabupaten Sorong, kepala perangkat daerah terkait, camat, serta kepala desa/lurah.