Melalui kolaborasi tersebut, Tebing Batu Sawar diharapkan berkembang sebagai destinasi panjat tebing dan wisata petualangan dengan tetap mengedepankan keselamatan, kelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat setempat.
Wira mengatakan keterlibatannya dalam pengembangan jalur panjat tersebut berawal dari diskusi dengan Muhammad Mukhlis dari Bidang Tebing Alam FPTI Kalimantan Selatan dan Eddy Supriyatna dari Badan Vertical Rescue FPTI Kalimantan Selatan.
Menurut dia, bentang alam Desa Nateh yang memiliki pegunungan, sungai berbatu, gua, dan kawasan Pegunungan Meratus memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata petualangan.
Pengembangan wisata panjat tebing tersebut juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat melalui jasa pemanduan, penyediaan perlengkapan, transportasi, konsumsi, penginapan, dan berbagai usaha lokal pendukung wisata.