Refleksi panjang kemudian mempertamukannya dengan para dokter spesialis ortopedi yang sering menghadapi hambatan ketika memasang implan panggul produk impor.

Pasalnya, produk implan panggul buatan luar negeri memiliki ketidaksesuaian postur tubuh dan budaya lokal. Geometri implan dari Barat cenderung terlalu besar untuk struktur panggul orang Asia, sehingga berisiko mengikis terlalu banyak bagian tulang asli pasien.

Di samping itu, implan konvensional tidak dirancang untuk mendukung fleksibilitas gerakan ekstrem, misalnya posisi duduk tasyahud akhir ketika salat. Gerakan ini rentan memicu dislokasi implan.

Berangkat dari problem tersebut, tim UBM-ERC UNDIP merancang dual mobility total hip prosthesis atau sambungan tulang panggul buatan yang mempertimbangkan anatomi dan gerak masyarakat Indonesia.