6. Android kini memperketat verifikasi aplikasi

Risiko tersebut menjadi salah satu alasan Android memperkenalkan sistem verifikasi developer. Mulai 30 September 2026, perlindungan baru diberlakukan pada perangkat Android bersertifikasi di Indonesia, Brasil, Singapura dan Thailand.

Aplikasi yang dipasang melalui toko aplikasi yang berpartisipasi harus terdaftar dari developer terverifikasi. Untuk aplikasi dari developer yang belum terverifikasi, Android menyediakan proses lanjutan bagi pengguna yang memang memahami risikonya dan tetap ingin melakukan sideloading.

Kebijakan ini bukan berarti seluruh aplikasi di luar Play Store berbahaya. Ada pengembang yang memang mendistribusikan aplikasinya secara langsung atau melalui toko aplikasi lain. Namun, pengguna perlu memastikan sumber dan identitas pengembang sebelum melakukan instalasi.

Cara lebih aman jika harus mengunduh APK

Jika aplikasi memang tidak tersedia di Play Store dan pengguna harus memasangnya dari luar, sebaiknya unduh dari situs resmi pengembang atau sumber yang benar-benar dapat dipercaya.

Pastikan nama pengembang, alamat situs dan versi aplikasi sesuai dengan informasi resmi. Jangan memasang APK yang dikirim melalui pesan dari orang tidak dikenal atau berasal dari situs dengan reputasi meragukan.

Google Play Protect juga sebaiknya tetap aktif. Fitur tersebut dapat memeriksa aplikasi yang berasal dari luar Google Play dan memberikan peringatan ketika menemukan aplikasi yang berpotensi membahayakan.

Pengguna juga sebaiknya tidak mematikan fitur keamanan hanya karena diminta oleh aplikasi atau seseorang yang mengarahkan proses instalasi. Jika sebuah APK meminta akses SMS, kontak, foto atau fitur sensitif lainnya tanpa alasan yang jelas, proses instalasi sebaiknya dihentikan.

Pada akhirnya, mengunduh aplikasi dari luar Play Store bukan berarti otomatis berbahaya. Namun, risikonya lebih besar karena pengguna harus lebih teliti dalam memastikan asal aplikasi, identitas pengembang, izin yang diminta dan keamanannya.