"Mereka sekarang secara tegas 'by sistem' enggak bisa diterima atau ditolak. Padahal, hasil survei hasil wawancara mereka sama surveinya, mereka memang seharusnya tetap pada desil tersebut," katanya.
Ia mengatakan bahwa kondisi tersebut membuat banyak PTS akhirnya memberikan beasiswa sendiri, tetapi hanya menanggung biaya kuliah, tidak dengan biaya hidup.
"Kalau KIP kan bisa dapat biaya hidup. Nah, ini yang juga memberatkan sehingga akhirnya juga banyak yang mundur. Diberi beasiswa pun, karena tidak dapat dapat untuk (membiayai, red.) hidupnya mereka," katanya.
Dari masukan para pimpinan PTS, kata dia, disampaikan bahwa masa unggah perubahan desil jangan sampai tiga bulan karena terlalu lama dan pendaftaran kuliah sudah tutup.
"Kedua, mestinya untuk pengembalian atau perubahan desil yang diajukan itu bisa dilakukan dengan konfirmasi ke perguruan tingginya. Karena perguruan tinggi rata-rata melakukan verifikasi, melakukan survei ke rumahnya langsung," katanya.