NADIKABAR.COM β€” Anggota DPD RI Irman Gusman meminta pemerintah Kabupaten Solok, Sumatera Barat mengevaluasi mitigasi bencana pascabanjir bandang di Arosuka guna meningkatkan kesiapsiagaan dan mengurangi risiko bencana serupa pada masa mendatang.

β€œBencana ini harus menjadi momentum untuk mengevaluasi upaya mitigasi dan penanganan bencana agar ke depan kesiapsiagaan serta koordinasi antar lembaga semakin baik,” kata Irman di Solok, Sabtu.

Dia mengatakan, evaluasi diperlukan untuk memperkuat sistem penanganan bencana, mulai dari kesiapsiagaan, koordinasi antar lembaga, hingga pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak.

Menurut dia, pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat perlu memiliki koordinasi yang kuat dalam menghadapi bencana.

Ia menjelaskan, Indonesia memiliki kerawanan bencana karena kondisi geografisnya yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik atau Ring of Fire. Ancaman gempa bumi, tsunami, tanah longsor, dan banjir bandang membutuhkan sistem mitigasi serta penanganan yang terencana.

Berdasarkan pengalamannya terlibat dalam penanganan sejumlah bencana di Indonesia, termasuk tsunami Aceh, ia menilai kejelasan kewenangan, ketersediaan sumber daya, dan ketepatan penyaluran bantuan menjadi faktor penting dalam mendukung efektivitas penanganan bencana.

Selain mitigasi, ia menyoroti pentingnya pengelolaan lingkungan dan perhatian terhadap perubahan iklim sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko bencana. Evaluasi tersebut diharapkan menjadi dasar bagi pemerintah dan pemangku kepentingan untuk merumuskan langkah penanganan yang lebih baik.

Sementara itu, Bupati Solok Jon Firman Pandu mengatakan banjir bandang yang melanda kawasan Arosuka berdampak pada permukiman warga dan kompleks perkantoran pemerintah. Bencana tersebut terjadi setelah wilayah setempat mengalami musim kemarau selama hampir tiga bulan, yang kemudian diikuti hujan berintensitas tinggi.

Pemerintah Kabupaten Solok bersama pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan berbagai unsur terkait telah melakukan penanganan darurat serta pembersihan material banjir. Dukungan alat berat, ekskavator, truk, dan sarana operasional lainnya turut membantu mempercepat penanganan kawasan terdampak.

Bupati Solok menyebutkan sekitar 95 persen rumah warga terdampak telah dibersihkan dari lumpur. Pemerintah daerah juga melakukan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat dan penanganan jaringan listrik guna mendukung pemulihan aktivitas warga.

Ia menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, pemerintah provinsi, kementerian terkait, unsur kebencanaan, relawan, tenaga ahli, dan pihak lainnya yang telah membantu penanganan bencana di Kabupaten Solok.

Menurutnya, tahapan selanjutnya yang menjadi perhatian pemerintah daerah ialah rehabilitasi dan rekonstruksi, terutama penanganan rumah warga yang rusak, pemulihan kawasan perkantoran, serta pengembalian fungsi pelayanan publik agar dapat berjalan optimal.

Ia mengatakan, dukungan lintas sektor masih diperlukan agar pemulihan pascabencana dapat berlangsung secara terencana dan berkelanjutan. Pemerintah daerah juga membutuhkan koordinasi dengan berbagai pihak untuk menangani dampak bencana sesuai kebutuhan di lapangan.

Kunjungan anggota DPD RI tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah, perwakilan daerah di tingkat nasional, dan unsur kebencanaan dalam mendukung pemulihan masyarakat terdampak banjir bandang di Arosuka.

Pemerintah Kabupaten Solok berharap dukungan berbagai pihak terus berlanjut, khususnya untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat, perbaikan rumah rusak, pemulihan infrastruktur, serta percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi agar aktivitas warga dan pelayanan pemerintahan kembali normal.