NADIKABAR.COM — Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Kalimantan Timur membina para peternak lokal guna memastikan ketersediaan bibit unggas yang sehat dan teruji.
"Pengawasan mutu bibit ayam usia sehari atau Day Old Chick (DOC) dan pembinaan kemitraan dilaksanakan secara berkala guna menjamin kualitas bagi peternak," kata Kepala DPKH Kaltim Arief Murdiyatno di Samarinda, Selasa.
Arief menjelaskan bahwa kegiatan pengawasan mutu bibit anak ayam usia sehari tersebut, salah satunya dilaksanakan di kandang ayam kemitraan PT MSJ Kecamatan Palaran Samarinda.
Langkah inspeksi lapangan tersebut memastikan seluruh pasokan bibit ayam ras pedaging memenuhi kriteria mutu Standar Nasional Indonesia SNI 4868-1:2024.
"Penjaminan kualitas bibit dari hulu perbenihan sangat krusial untuk menopang keberhasilan serta keberlanjutan usaha peternakan ayam pedaging masyarakat," ujar Arief.
Selain pengujian mutu fisik bibit, DPKH Kaltim mengintensifkan pengawasan dan pembinaan terhadap pola kerja sama kemitraan antara peternak lokal dan perusahaan mitra.
Pembinaan kelembagaan tersebut untuk memperkuat pemahaman peternak mengenai pelaksanaan hak dan kewajiban dalam dokumen perjanjian kemitraan secara utuh.
"Sistem kerja sama kemitraan harus berjalan secara sehat, transparan, dan sesuai aturan yang berlaku agar tidak merugikan pihak peternak," tutur Arief.
Catatan kinerja sektoral DPKH Kaltim menunjukkan populasi ternak ayam ras pedaging di daerah mencapai 60.427.285 ekor per tahun dengan produksi 70.661 ton.
Kebutuhan konsumsi daging ayam masyarakat daerah yang menembus 92.445 ton per tahun mendorong pentingnya penjaminan mutu bibit lokal.
"Pihak DPKH Kaltim memberikan bimbingan teknis formulasi pakan guna membantu peternak menekan beban biaya operasional usaha di lapangan," kata Arief.
Pelaksanaan bimbingan teknis manajemen pakan lokal tersebut diselenggarakan melalui koordinasi terpadu bersama Direktorat Pakan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan.
Menurut pihaknya, pendampingan pola kemitraan di kawasan Palaran Samarinda menjadi percontohan tata kelola usaha peternakan unggas yang mandiri dan berdaya saing.
"Kami berkomitmen mengawal seluruh ekosistem peternakan dari hulu hingga hilir demi mewujudkan kedaulatan pangan hewani Kaltim," tegas Arief.