NADIKABAR.COM — Tim Jaksa di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Filipina mencabut tiga dari empat dakwaan pemakzulan terhadap Wakil Presiden Sara Duterte pada Selasa (13/10).
Menurut laporan surat kabar Phil Star, dakwaan yang dicabut tersebut terkait dengan dugaan penyalahgunaan dana rahasia dan rencana pembunuhan.
Dengan demikian, hanya tersisa satu dakwaan yang akan disidangkan oleh pengadilan pemakzulan di Senat Filipina.
Pengadilan pemakzulan di Senat Filipina telah menerima penarikan dakwaan tersebut dan sidang atas Duterte akan dilanjutkan dengan satu dakwaan tunggal terkait kekayaan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
"Hari ini, dengan hormat, pihak penuntut menyatakan bahwa mereka tidak akan lagi menindaklanjuti tiga dakwaan tersebut. Pihak penuntut akan fokus pada satu dakwaan, yaitu Pasal II mengenai kekayaan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan," kata Jinky Luistro selaku jaksa penuntut utama di DPR Filipina.
Pasal II tersebut menuduh Duterte memiliki kekayaan yang tidak dapat dijelaskan dan tidak sepenuhnya melaporkan aset dalam laporan kekayaan.
Pencabutan terhadap tiga dakwaan tersebut dinilai sebagai bentuk penurunan secara signifikan dalam kasus pemakzulan Duterte.
Dakwaan yang dicabut itu mencakup dua tuduhan paling menonjol terhadap Duterte, yakni dugaan penyalahgunaan dana rahasia serta dugaan ancaman serius terhadap Presiden Ferdinand Marcos Jr, Ibu Negara Liza Araneta-Marcos, dan mantan ketua DPR Martin Romualdez.
Jika dinyatakan bersalah, Duterte akan dilarang menduduki jabatan publik secara permanen, termasuk menghambat rencananya untuk mencalonkan diri sebagai presiden Filipina pada Pemilu 2028.
Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan