NADIKABAR.COM β Anggota Komisi X DPR RI Habib Syarief Muhammad memandang pencegahan perundungan di sekolah memerlukan keterlibatan semua pihak, mulai dari guru, orang tua, hingga pemerintah daerah (pemda).
"Pencegahan perundungan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak mulai dari guru hingga pemerintah daerah. Mekanisme pelaporan harus benar-benar berjalan dan memberikan rasa aman bagi korban maupun saksi,β kata Habib dikutip di Jakarta, Selasa.
Ia pun mendorong Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) beserta dinas terkait untuk mengevaluasi total sistem deteksi dini serta mekanisme pelaporan kasus kekerasan di sekolah.
Dia menekankan kepala sekolah, tenaga pendidik, dan orang tua murid, harus bersinergi agar anak memiliki ruang aman untuk melapor tanpa rasa takut.
Selain itu, lanjutnya, perundungan merupakan bagian dari "tiga dosa besar" dunia pendidikan yang wajib diberantas, disamping kekerasan seksual dan intoleransi. Pihak sekolah, kata dia, tidak boleh meremehkan aksi ejekan ataupun intimidasi awal yang berpotensi memicu tindak kekerasan berakibat fatal.
βSekolah harus menjadi tempat yang aman dan tidak boleh ada toleransi terhadap perundungan. Jangan sampai tindakan mengejek atau memukul dianggap sekadar kenakalan anak belaka,β ucapnya.
Hal tersebut disampaikan Habib merespons kasus kematian seorang siswa kelas 2 SD di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Korban diduga meninggal dunia akibat tindakan kekerasan dan perundungan yang dilakukan oleh kakak kelasnya di lingkungan sekolah.
"Kami mendesak agar polisi turun tangan dan mengusut kasus dugaan kekerasan ini,β ujarnya.
Habib meminta kepolisian bergerak cepat memeriksa hasil medis forensik serta merunut kronologi kejadian secara presisi. Langkah penyelidikan, menurutnya, perlu diperlukan secara menyeluruh untuk mengungkap ada atau tidaknya pembiaran oleh pihak sekolah terhadap tanda-tanda awal perundungan tersebut.
βJangan sampai ada fakta yang terlewat, kita harus mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana pengawasan sekolah selama anak-anak berada di lingkungan pendidikan,β tegasnya.