NADIKABAR.COM — Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa mengharapkan tata kelola energi nasional semakin baik usai Bahlil Lahadalia dilantik sebagai Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi.

"Kita harapkan dengan ada menko baru, urusan-urusan yang terkait dengan soal energi itu bisa menjadi lebih baik semuanya," kata Saan ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis.

Presiden Prabowo Subianto melantik Bahlil sebagai Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dalam upacara yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Kamis.

Bahlil dilantik untuk jabatan baru itu berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 104P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih 2024-2029 yang ditetapkan pada 30 September 2026.

"Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara," demikian sumpah jabatan yang diucapkan Menko Bahlil dituntun oleh Presiden Prabowo.

Selepas pengambilan sumpah, Bahlil menandatangani berita acara pelantikan yang disaksikan Presiden Prabowo dan selanjutnya turut menandatangani berita acara tersebut.

Bahlil menyampaikan pembentukan kementerian baru tersebut bertujuan untuk mengawal program prioritas di tengah dinamika geopolitik yang tidak menentu.

"Bapak Presiden memandang penting untuk program-program prioritas terkait dengan hilirisasi, terkait dengan transisi energi sebagai komitmen global dari Paris Agreement," ujar Bahlil ketika ditemui di Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta, Kamis.

Pembentukan Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, tutur Bahlil, juga dilandasi oleh kondisi geopolitik yang tidak menentu dan dinamika ekonomi dunia yang menuntut kehadiran energi bersih.