NADIKABAR.COM — Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan bahwa persatuan tidak boleh hanya berhenti menjadi semboyan belaka, ketika bangsa menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), banjir, hingga cuaca ekstrem melanda.
Menurut dia, persatuan bangsa dalam menghadapi berbagai persoalan tersebut harus menjelma menjadi kemampuan negara dalam mengambil keputusan yang tepat, cepat, dan adil.
"Kebakaran hutan dan lahan, asap lintas batas, banjir, cuaca ekstrem, serta ancaman pangan memperlihatkan bahwa keselamatan rakyat dan keamanan negeri kini saling bertaut," kata Dasco saat pidato memperingati 98 Tahun Sumpah Pemuda di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu.
Pada 28 Oktober 1928, dia mengatakan bahwa pemuda dari berbagai daerah, suku, dan organisasi datang membawa perbedaan. Menurut dia, mereka tidak sepakat dalam segala hal, tetapi mereka sepakat tentang suatu yang lebih penting: tanah air yang satu, bangsa yang satu, dan bahasa persatuan, Indonesia.