NADIKABAR.COM — Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan pidato yang meneruskan ikrar Sumpah Pemuda Tahun 1928, yakni "Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa, Satu Data Indonesia".

Menurut dia, Sumpah Pemuda perlu diiringi dengan tanggung jawab zaman. Hal yang ia katakan bukan mengubah teks sejarah, melainkan menerjemahkan semangat persatuan dengan konteks kekinian.

"Kedaulatan data dan ekosistem digital adalah bagian penting dari ketahanan ekonomi, pertahanan, dan keamanan nasional," kata Dasco saat pidato peringatan 98 Tahun Sumpah Pemuda di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu.

Dia menyampaikan saat ini semua hal harus terintegrasi dengan kerangka Satu Data Indonesia, yakni data kependudukan yang akurat untuk melayani warga, data dan pengakuan masyarakat adat yang menghormati hak yang kolektif, pertukaran informasi yang aman untuk ketahanan siber, serta penelusuran aset berdasarkan kewenangan hukum yang sah dan dapat diaudit.

Menurut dia, integrasi bukan izin membuka seluruh data kepada semua pihak, tetapi akses data itu harus dibatasi menurut tujuan, kewenangan, keamanan, dan hak warga negara.