Ia mengatakan tujuan akhir penguatan TNI bukan sekadar bertambahnya Kodam, brigade, batalyon, atau skadron, melainkan peningkatan daya tempur dan daya tangkal Indonesia.
Sukamta mengatakan enam Kodam baru berada di wilayah dengan karakteristik berbeda, yakni Kepulauan Riau, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara, dan Papua Tengah.
Karena itu, menurut dia, pengembangan setiap Kodam perlu mempertimbangkan kondisi geografis, demografis, dan potensi ancaman masing-masing wilayah.
"Tidak harus semuanya dikembangkan dengan pola yang sama," katanya.
Sukamta juga menyoroti pembentukan satuan teritorial pembangunan dalam jumlah besar.
Menurut dia, TNI memiliki sejarah panjang dalam membantu masyarakat dan pembangunan di berbagai daerah, terutama wilayah yang masih membutuhkan dukungan.
Namun, pelaksanaan peran tersebut perlu dijaga secara proporsional agar tugas utama TNI sebagai alat pertahanan negara tetap menjadi orientasi utama.
Sukamta juga menekankan penguatan struktur kewilayahan perlu berjalan beriringan dengan modernisasi alutsista dan penguasaan teknologi.