Menurut dia, keberhasilan program pelatihan tidak semestinya hanya diukur dari jumlah peserta yang mengikuti kegiatan. Pemerintah juga perlu melihat tingkat penempatan kerja lulusan dan peningkatan penghasilan yang mereka peroleh setelah mengikuti pelatihan.
Memasuki dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Marwan pun meminta agenda ketenagakerjaan diarahkan pada sejumlah sasaran terukur.
Sasaran tersebut meliputi peningkatan proporsi pekerja formal, perbaikan daya beli masyarakat, dan perluasan jaminan sosial bagi pekerja.
"Capaian penurunan pengangguran harus menjadi pijakan untuk memperbaiki kualitas pekerjaan. Masyarakat perlu memperoleh pekerjaan yang memberikan kepastian penghasilan, perlindungan, dan kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan," tutur dia.