NADIKABAR.COM — Komisi IV DPR RI mengusulkan pemerintah membentuk lembaga atau badan khusus yang bertugas mengelola masalah pakan untuk sektor peternakan nasional. Langkah ini diusulkan guna mengatasi krisis pakan yang kerap memicu lonjakan biaya produksi dan merugikan para peternak di berbagai daerah, salah satunya peternak ayam petelur.
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau lebih dikenal sebagai Titiek Soeharto, menilai keluhan terkait pasokan dan harga pakan peternak merupakan masalah yang sudah berulang kali mereka terima. Padahal menurutnya pakan ternak merupakan hal mendasar yang membutuhkan tata kelola khusus dari pemerintah.
"Memang masalah ini, masalah pakan, pakan ternak menjadi cukup memusingkan ya. Tapi tidak ada yang tidak ada jalannya. Mestinya pakan ternak ini dikoordinasi oleh suatu lembaga yang memang khusus dia mengurusi pakan baik itu untuk ternak ayam, ayam pedaging, ayam petelur, sapi, kambing, sapi-kambing susunya juga," ujar Titiek Soeharto dalam RDPU dengan Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (6/10/2026).
Ia menambahkan, keterlibatan badan khusus pemerintah ini bertujuan agar rantai pasok impor hingga distribusi tidak lagi didominasi oleh pihak swasta yang berpotensi memicu lonjakan harga di tingkat peternak.
"Nah ke depan nih Komisi IV kita minta supaya ada satu badan yang bisa khusus ngurusi pakan ini. Jadi kalau ada keluhan-keluhan mengenai pakan, ya kita tanyanya kenapa kamu? kekurangan apa? Jadi tidak tidak swasta-swasta yang mengimpor pakan atau bahan baku pakan, tapi badan pemerintah ini yang mengimpor, mereka mengolah, dan mendistribusikan kepada para peternak dengan harga yang wajar ya," tegasnya.