Ivan juga mendorong penyusunan satu peta Kesatuan Lanskap Mangrove (KLM) yang disepakati seluruh pemangku kepentingan.
Menurut dia, penyelarasan data diperlukan karena masih terdapat perbedaan angka luasan mangrove akibat penggunaan peta, metode penghitungan, dan tahun pengukuran yang tidak sama.
Selain itu, rehabilitasi mangrove harus disertai pengendalian alih fungsi lahan serta penataan pemanfaatan ruang agar kawasan yang telah dipulihkan tidak kembali mengalami kerusakan.
Ivan mengatakan ekosistem mangrove dan gambut di pesisir Jambi saling berkaitan sehingga pengelolaannya perlu dilakukan dalam satu kesatuan lanskap.
Pendekatan tersebut juga harus melibatkan kelompok masyarakat peduli api, pemerintah desa, nelayan, serta masyarakat pesisir, termasuk Suku Duano.
Di sisi lain, ia mendorong pengembangan ekonomi biru melalui ekowisata, perikanan, dan pemanfaatan hasil hutan bukan kayu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa merusak ekosistem.
Menurut Ivan, keberhasilan pemulihan mangrove tidak cukup diukur dari luas kawasan yang ditanami, tetapi juga dari berkurangnya ancaman abrasi dan meningkatnya manfaat ekonomi bagi masyarakat.