"Yang paling urgen ini terkait dengan adanya beberapa kali mati lampu. Mati lampu otomatis memengaruhi pemompaan. Jadi butuh waktu untuk memproses sampai pemenuhan air ke semua Makassar," jelasnya.

Di sisi lain, DPRD mengapresiasi terobosan PDAM Makassar yang menyiagakan armada pikap bertandon untuk menyalurkan pasokan darurat. Langkah inovatif ini dinilai mampu menjangkau titik-titik lokasi yang memiliki akses jalan sempit.

"Saya merespons baik dan mengapresiasi apa yang dilakukan PDAM hari ini. Terkait dengan mobil yang dipasangi tandon itu cukup baik," katanya.

Penggunaan armada pikap bertandon memangkas durasi pengiriman bantuan air bersih secara signifikan ke pemukiman padat. Warga tidak perlu lagi menunggu antrean pengisian armada mobil tangki berukuran besar yang membutuhkan waktu lebih lama.

"Kalau mobil tangki yang mau dikasih penuh baru diantarkan, mereka kan lama. Nah, dengan tandon ini, misalnya beberapa rumah bisa dialiri di situ, alhamdulillah," pungkasnya.

Sementara itu, Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar Andi Syahrum menyampaikan pihaknya telah memaparkan skema pemenuhan air baku di hadapan para anggota dewan. Seluruh jajaran kepala wilayah juga dihadirkan untuk memastikan kesiapan operasional penanganan kemarau.